Rocky Gerung Jadi Wantimpres Prabowo, dari Pengkritik Menjadi Pemberi Pertimbangan di Istana

Nama Rocky Gerung kembali menjadi perhatian publik setelah Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada Jumat, 2 Oktober 2026. Penunjukan tersebut menarik perhatian karena Rocky selama bertahun-tahun dikenal sebagai akademisi dan pengamat politik yang kerap menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah, termasuk kebijakan pada era pemerintahan Prabowo.

Kini, posisi Rocky berubah. Ia tidak lagi hanya menyampaikan pandangan dari luar pemerintahan, tetapi memperoleh ruang kelembagaan untuk memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden.

Pelantikan Rocky dilakukan di Istana Kepresidenan Jakarta bersama anggota Wantimpres lainnya. Total terdapat 26 tokoh yang dilantik dalam susunan Wantimpres terbaru.

Baca lainnya: Dijanjikan Masuk UI, Warga Semarang Rugi Rp380 Juta tetapi Anak Tetap Gagal

Rocky Gerung Pernah Berjanji Tetap Mengkritik Prabowo

Jauh sebelum menjadi bagian dari Wantimpres, Rocky Gerung pernah menyampaikan pernyataan yang kini kembali menjadi sorotan.

Pada 2019, ketika Prabowo masih menjadi calon presiden, Rocky mengatakan bahwa dirinya akan tetap memberikan kritik apabila Prabowo kelak menjadi presiden. Pernyataan tersebut mencerminkan pandangannya bahwa kritik terhadap kekuasaan tidak semestinya berhenti hanya karena seseorang telah berada di pemerintahan.

Pernyataan lama itu kembali ramai diperbincangkan setelah Rocky resmi dilantik sebagai Wantimpres. Perubahan posisi tersebut membuat publik melihat kembali bagaimana konsistensi sikap kritis Rocky akan dijalankan ketika ia kini berada di dalam struktur kelembagaan yang memberikan pertimbangan langsung kepada Presiden.

Dengan kata lain, persoalannya bukan sekadar perubahan jabatan, tetapi bagaimana kritik dan independensi pemikiran dijalankan ketika seorang pengamat politik masuk ke dalam institusi kekuasaan.

Kritik Rocky terhadap Pemerintahan Prabowo

Sebelum ditunjuk sebagai Wantimpres, Rocky juga beberapa kali menyampaikan kritik terhadap arah pemerintahan Prabowo.

Salah satu kritik yang muncul pada 2026 berkaitan dengan struktur kabinet. Rocky mendorong adanya perubahan mendasar dalam struktur pemerintahan dan menggunakan istilah radical break untuk menggambarkan perlunya perubahan tersebut.

Ia juga memberikan catatan terhadap sejumlah program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. Dalam pandangannya, kritik tersebut bukan semata-mata ditujukan kepada Prabowo sebagai pribadi, tetapi berkaitan dengan bagaimana kebijakan pemerintah diterjemahkan berdasarkan prinsip konstitusi.

Rekam jejak tersebut menjadi konteks penting untuk memahami mengapa pengangkatan Rocky sebagai Wantimpres menarik perhatian. Ia masuk ke lembaga yang secara langsung berada dalam struktur pendukung Presiden, setelah sebelumnya cukup aktif mengomentari dan mengkritisi kebijakan pemerintah. 

Baca lainnya: IHSG Melemah Saat Harga Minimum Saham Rp1 Mulai Berlaku, Ini Dampaknya bagi Pasar Modal Indonesia

Kini Rocky Berada di Dalam Lingkaran Istana

Setelah dilantik, Rocky memberikan penjelasan mengenai bagaimana ia melihat perubahan posisinya.

Menurut Rocky, dirinya tidak menganggap perubahan tersebut sebagai perubahan prinsip. Ia menggambarkan perpindahan tersebut sebagai perubahan posisi dari luar pemerintahan menjadi bagian dari lembaga yang memberikan pertimbangan kepada Presiden.

Rocky juga menegaskan bahwa Wantimpres memiliki fungsi untuk bersikap kritis terhadap kebijakan, bukan sekadar menyampaikan kritik personal kepada pemerintah.

Menurutnya, anggota Wantimpres harus mampu melihat dampak dan konsekuensi sebuah kebijakan, kemudian memberikan pertimbangan kepada Presiden mengenai arah kebijakan tersebut.

Pernyataan ini menjadi menarik karena menunjukkan bahwa Rocky tidak mendefinisikan posisi barunya sebagai akhir dari sikap kritis. Sebaliknya, ia melihat sikap kritis sebagai bagian dari fungsi lembaga tersebut.

Rocky: Wantimpres Bukan Posisi Teknis

Rocky menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memberikan pesan bahwa Wantimpres mempunyai kedudukan etis, bukan teknis.

Artinya, anggota Wantimpres tidak berada dalam posisi untuk mengelola pekerjaan teknis pemerintahan sehari-hari. Tugas utamanya adalah memberikan pertimbangan mengenai arah kebijakan, melihat dampak kebijakan, serta membantu Presiden mengevaluasi berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.

Rocky menggambarkan fungsi tersebut seperti oversight committee dalam sebuah perusahaan. Dalam konteks pemerintahan, menurutnya, anggota Wantimpres harus mempunyai kemampuan membaca persoalan publik dan menyampaikan pertimbangan secara tajam.

Posisi tersebut membuat peran Rocky kini berbeda dibandingkan ketika ia masih berada di luar pemerintahan. Kritik yang sebelumnya disampaikan melalui forum publik, media, atau diskusi politik kini berpotensi disampaikan melalui mekanisme kelembagaan kepada Presiden.

Dari Pengkritik Menjadi Pemberi Nasihat

Perjalanan Rocky Gerung menuju Wantimpres memperlihatkan perubahan posisi yang cukup menarik dalam politik Indonesia.

Sebelumnya, Rocky dikenal sebagai figur yang mengambil posisi sebagai pengamat dan kritikus. Ia memiliki kebebasan untuk memberikan penilaian terhadap pemerintah dari luar struktur kekuasaan.

Kini ia menjadi bagian dari lembaga yang secara formal bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden.

Perubahan tersebut tentu membuat publik memiliki pertanyaan mengenai bagaimana Rocky akan menjalankan perannya. Apakah gaya kritis yang selama ini menjadi cirinya akan tetap terlihat ketika ia berada di lingkungan Istana?

Pertanyaan tersebut belum dapat dijawab hanya berdasarkan pelantikan. Yang akan menjadi indikator justru adalah bagaimana Rocky memberikan pertimbangan terhadap kebijakan pemerintah setelah menjalankan tugasnya sebagai Wantimpres.

Kritik Tidak Harus Berarti Berada di Luar Pemerintahan

Masuknya Rocky ke Wantimpres juga membuka perdebatan yang lebih luas mengenai posisi seorang intelektual atau pengamat ketika berhadapan dengan kekuasaan.

Kritik terhadap pemerintah dapat dilakukan dari luar pemerintahan. Namun, kritik juga dapat menjadi bagian dari proses internal ketika seseorang diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan secara langsung kepada pengambil keputusan.

Dalam konteks Rocky, perubahan posisi tersebut menjadi menarik karena rekam jejak kritiknya terhadap pemerintahan Prabowo justru menjadi bagian penting dari perhatian publik setelah ia dilantik.

Rocky sendiri menyatakan bahwa tugas Wantimpres adalah tetap melihat persoalan secara kritis. Ia menekankan perbedaan antara sekadar "mengkritik" dan bersikap "kritis terhadap kebijakan".

Dengan demikian, ukuran penting bagi publik bukan semata-mata apakah Rocky sekarang berada di Istana atau sebelumnya berada di luar pemerintahan. Hal yang lebih penting adalah apakah gagasan, kritik, dan pertimbangannya tetap dapat digunakan untuk menguji kebijakan secara objektif.

Baca lainnya: Ombudsman Temukan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Ada Hunian Berstandar Apartemen

Rocky Gerung dan Tantangan Menjaga Sikap Kritis

Penunjukan Rocky Gerung sebagai Wantimpres membawa sebuah tantangan baru bagi dirinya sendiri.

Selama berada di luar pemerintahan, ia dikenal luas karena pernyataan dan analisis kritisnya. Setelah menjadi Wantimpres, ia memiliki kesempatan untuk menyampaikan pandangan langsung kepada Presiden melalui saluran kelembagaan.

Namun, posisi baru tersebut sekaligus membuat setiap pandangan Rocky berpotensi mendapatkan perhatian lebih besar. Publik akan melihat apakah kritik yang selama ini disampaikan di ruang publik juga muncul dalam proses pemberian pertimbangan kepada Presiden.

Karena itu, perjalanan Rocky sebagai Wantimpres bukan hanya tentang perpindahan jabatan. Ini juga menjadi ujian mengenai bagaimana seorang tokoh yang dikenal kritis menjalankan fungsi penasihat ketika sudah berada di dalam lingkaran kekuasaan.

Untuk saat ini, Rocky menegaskan bahwa sikap kritis tersebut tidak berubah. Ia menyebut perubahan yang terjadi lebih merupakan perpindahan posisi dari luar ke dalam pemerintahan.

Perkembangan berikutnya akan menentukan bagaimana peran tersebut benar-benar dijalankan dan sejauh mana pandangan kritis Rocky diterjemahkan menjadi pertimbangan bagi kebijakan Presiden Prabowo.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال