Kasus dugaan penipuan dengan modus menjanjikan kelulusan
masuk Universitas Indonesia (UI) menjadi perhatian setelah seorang warga Kota
Semarang mengaku mengalami kerugian hingga Rp380 juta. Uang tersebut
diberikan secara bertahap kepada seseorang yang disebut menawarkan bantuan agar
anak korban dapat diterima sebagai mahasiswa UI.
Namun, setelah uang diberikan, anak korban tetap tidak
diterima di UI. Kasus tersebut kemudian dilaporkan ke Polrestabes Semarang
pada 25 September 2026.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi calon mahasiswa
dan orang tua untuk berhati-hati terhadap pihak yang menjanjikan kelulusan
perguruan tinggi melalui jalur tidak resmi.
Baca lainnya: IHSG Melemah Saat Harga Minimum Saham Rp1 Mulai Berlaku, Ini Dampaknya bagi Pasar Modal Indonesia
Kronologi Dugaan Penipuan Masuk UI Rp380 Juta
Kasus tersebut bermula pada awal Mei 2026. Menurut
keterangan korban, Djoni Heru Suprijatno, keluarganya mendapatkan tawaran dari
seorang perempuan berinisial IM yang mengaku dapat membantu proses penerimaan
anaknya di Universitas Indonesia.
Dalam komunikasi tersebut, korban disebut mendapat informasi
mengenai biaya yang harus disiapkan. Untuk jalur reguler disebut sebesar Rp250
juta, sedangkan jalur kelas internasional disebut membutuhkan sekitar Rp300
juta.
Keluarga korban kemudian melakukan transfer pertama sebesar Rp250
juta pada 4 Mei 2026.
Setelah transfer pertama dilakukan, menurut keterangan
korban, masih terdapat permintaan uang berikutnya. Total dana yang akhirnya
ditransfer disebut mencapai Rp380 juta.
Meski telah mengeluarkan uang dalam jumlah besar, anak
korban tidak berhasil diterima di Universitas Indonesia. Pihak keluarga
kemudian meminta pertanggungjawaban dan pengembalian dana.
Karena uang tersebut belum dikembalikan, korban bersama
kuasa hukumnya kemudian membawa persoalan tersebut ke kepolisian.
Dilaporkan sebagai Dugaan Penipuan dan Penggelapan
Kuasa hukum korban menyampaikan bahwa laporan dibuat atas
dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang berkaitan dengan proses
penerimaan mahasiswa baru.
Laporan tersebut disampaikan ke SPKT Polrestabes Semarang
pada Jumat, 25 September 2026. Pihak korban juga disebut telah
menyerahkan sejumlah bukti awal, termasuk bukti transfer dan percakapan antara
korban dengan pihak yang dilaporkan.
Pada tahap ini, penting untuk menggunakan istilah dugaan
penipuan karena proses hukum masih berjalan. Laporan polisi belum berarti
seseorang telah terbukti melakukan tindak pidana. Penentuan ada atau tidaknya
tindak pidana tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum melalui proses
pemeriksaan dan pembuktian.
Baca lainnya: Ombudsman Temukan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Ada Hunian Berstandar Apartemen
Nama Pimpinan UI Disebut dalam Dugaan Modus
Menurut keterangan kuasa hukum korban yang diberitakan
media, pihak yang menawarkan bantuan tersebut diduga mencatut nama pejabat,
termasuk nama Rektor UI dan seorang wakil menteri untuk meyakinkan korban.
Keterangan mengenai pencatutan nama tersebut merupakan
bagian dari informasi yang disampaikan pihak korban dan kuasa hukumnya dalam
laporan. Karena kasus masih dalam proses, klaim tersebut perlu dipahami sebagai
bagian dari dugaan yang sedang ditangani, bukan sebagai fakta bahwa pejabat
yang disebut terlibat.
Penggunaan nama tokoh atau pejabat dalam tawaran penerimaan
mahasiswa merupakan salah satu alasan masyarakat perlu melakukan verifikasi
langsung kepada institusi terkait sebelum menyerahkan uang atau data pribadi.
UI Tegaskan Tidak Ada Jalur Masuk dengan Bayaran kepada
Pihak Tertentu
Universitas Indonesia melalui informasi penerimaan mahasiswa
barunya telah mengingatkan calon mahasiswa mengenai potensi penipuan yang
menawarkan kemudahan untuk diterima di UI.
Dalam informasi resmi penerimaan mahasiswa baru UI, calon
mahasiswa diminta tidak mempercayai pihak yang menawarkan kelulusan dengan
membayar sejumlah uang atau imbalan. UI juga menyatakan tidak bekerja sama
dengan lembaga tertentu untuk menjanjikan kemudahan diterima sebagai mahasiswa.
Dengan demikian, calon mahasiswa sebaiknya membedakan antara
biaya resmi penerimaan mahasiswa dengan pembayaran kepada individu yang
menjanjikan kelulusan.
Informasi mengenai jalur seleksi, jadwal, pendaftaran, dan
pengumuman penerimaan seharusnya diperiksa melalui kanal resmi UI. Untuk tahun
akademik 2026/2027, UI menyediakan sejumlah jalur penerimaan untuk program
Sarjana, Vokasi, Kelas Khusus Internasional, dan program lainnya melalui sistem
resmi penerimaan mahasiswa.
Mengapa Tawaran “Pasti Masuk Kampus” Perlu Diwaspadai?
Masuk perguruan tinggi negeri merupakan proses yang memiliki
mekanisme seleksi resmi. Karena persaingan yang tinggi, sebagian orang tua
mungkin tergoda ketika mendapatkan tawaran dari seseorang yang mengaku memiliki
akses khusus.
Masalahnya, janji seperti “pasti diterima”, “bisa
memasukkan mahasiswa lewat orang dalam”, atau “ada jalur khusus dengan
pembayaran tertentu” seharusnya menjadi tanda untuk melakukan pemeriksaan
lebih lanjut.
Calon mahasiswa dan orang tua dapat melakukan beberapa
langkah sederhana sebelum mempercayai tawaran tersebut.
Pertama, periksa apakah jalur penerimaan yang ditawarkan
benar-benar tercantum di situs resmi universitas. Kedua, jangan melakukan
pembayaran ke rekening pribadi hanya karena seseorang mengaku memiliki hubungan
dengan pejabat kampus. Ketiga, konfirmasi langsung kepada kantor penerimaan
mahasiswa baru jika mendapatkan tawaran yang mencurigakan.
UI sendiri menyediakan kanal resmi untuk informasi
penerimaan mahasiswa baru dan meminta masyarakat melaporkan informasi yang
mencurigakan.
Kerugian Ratusan Juta Menjadi Pelajaran bagi Orang Tua
Kasus warga Semarang yang mengaku kehilangan Rp380 juta
menunjukkan bahwa tawaran masuk perguruan tinggi melalui jalur tidak resmi
dapat menimbulkan kerugian finansial yang besar.
Selain kerugian uang, keluarga juga dapat mengalami kerugian
waktu dan kesempatan karena terlalu percaya pada pihak yang menjanjikan
kelulusan.
Karena itu, keputusan mengenai pendidikan anak sebaiknya
didasarkan pada informasi yang dapat diverifikasi. Orang tua tidak perlu
terburu-buru mentransfer uang ketika mendapatkan tawaran yang menjanjikan
kelulusan tanpa proses seleksi resmi.
Jika seseorang mengaku mempunyai akses khusus untuk
memasukkan calon mahasiswa ke perguruan tinggi, langkah paling aman adalah memastikan
informasi tersebut kepada universitas terlebih dahulu.
Kasus Masih dalam Proses
Hingga pemberitaan mengenai laporan tersebut, kasus ini
masih berada pada tahap penanganan aparat setelah korban membuat laporan dugaan
penipuan dan penggelapan.
Pihak korban telah menyampaikan sejumlah bukti awal kepada
kepolisian. Perkembangan berikutnya akan bergantung pada proses pemeriksaan dan
penyelidikan aparat.
Oleh sebab itu, publik sebaiknya tidak langsung menyimpulkan
kesalahan pihak tertentu sebelum proses hukum memberikan kejelasan mengenai
perkara tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa tidak ada jaminan
kelulusan masuk UI hanya karena seseorang membayar sejumlah uang kepada pihak
yang mengaku memiliki akses khusus. Calon mahasiswa sebaiknya selalu
menggunakan informasi dan jalur penerimaan resmi.
Baca lainnya: Baru Sehari Jualan, UMKM Bolosego Dyah Laily Hentikan Food Truck di Alkid, Diminta Bayar Parkir Rp1 Juta per Hari
FAQ
Apakah benar ada warga yang rugi Rp380 juta karena
dijanjikan masuk UI?
Seorang warga Semarang, Djoni Heru Suprijatno, melaporkan
dugaan penipuan setelah mengaku menyerahkan total Rp380 juta kepada seseorang
yang menawarkan bantuan agar anaknya diterima di UI. Anak tersebut kemudian
tidak diterima di UI.
Apakah uang Rp380 juta merupakan biaya resmi masuk UI?
Tidak. Berdasarkan informasi resmi UI, masyarakat diminta
waspada terhadap pihak yang menjanjikan kemudahan diterima di UI dengan
pembayaran atau imbalan.
Apakah kasus tersebut sudah terbukti sebagai penipuan?
Belum. Kasus tersebut dilaporkan sebagai dugaan penipuan
dan penggelapan sehingga proses hukum masih diperlukan untuk menentukan
fakta dan pertanggungjawaban pidananya.
Bagaimana cara mengecek informasi penerimaan mahasiswa
UI?
Informasi mengenai jalur dan jadwal penerimaan sebaiknya
diperiksa melalui kanal resmi Universitas Indonesia. UI juga menyediakan
layanan penerimaan mahasiswa baru untuk menjawab pertanyaan calon mahasiswa.
Apa yang harus dilakukan jika mendapat tawaran masuk UI
melalui “orang dalam”?
Jangan langsung melakukan pembayaran. Periksa terlebih
dahulu apakah jalur tersebut tercantum pada kanal resmi UI dan lakukan
konfirmasi langsung kepada pihak penerimaan mahasiswa baru.
.png)