Tata cara salat dan bacaannya merupakan salah satu materi penting dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Salat tidak cukup hanya dilakukan dengan menghafalkan bacaan, tetapi juga perlu dilakukan dengan urutan gerakan yang benar dan memahami makna dasar dari bacaan yang diucapkan.
Materi ini dapat digunakan sebagai bahan belajar PAI SD,
terutama untuk siswa yang sedang mempelajari tata cara salat wajib. Penjelasan
dibuat secara bertahap agar mudah dipelajari oleh siswa, orang tua, maupun
guru.
Catatan: Dalam praktik fikih terdapat beberapa
perbedaan pada sebagian gerakan dan bacaan salat di antara ulama dan mazhab.
Materi berikut menggunakan tata cara salat yang umum diajarkan dalam
pembelajaran PAI di Indonesia.
Baca lainnya: Materi PAI Kelas 4 SD: Beriman kepada Malaikat Allah
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:
- Menjelaskan
pengertian salat.
- Mengetahui
syarat dan rukun salat secara umum.
- Menjelaskan
urutan tata cara salat.
- Menghafalkan
bacaan-bacaan dalam salat.
- Mengetahui
arti sederhana dari bacaan salat.
- Mempraktikkan
salat dengan tertib dan benar.
- Membiasakan
salat sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Pengertian Salat
|
Salat |
Jumlah Rakaat |
|
Subuh |
2 rakaat |
|
Zuhur |
4 rakaat |
|
Asar |
4 rakaat |
|
Magrib |
3 rakaat |
|
Isya |
4 rakaat |
Salat bukan hanya kegiatan fisik. Salat juga menjadi sarana
seorang muslim untuk mengingat Allah Swt., berdoa, dan melatih kedisiplinan.
1. Bersuci
Bersuci dapat dilakukan dengan wudu apabila seseorang dalam
keadaan yang mengharuskan wudu.
2. Menutup aurat
Pakaian yang digunakan untuk salat harus menutup aurat
sesuai ketentuan syariat.
3. Menghadap kiblat
Salat dilaksanakan dengan menghadap kiblat, yaitu arah
Ka'bah.
4. Memastikan waktu salat telah masuk
Salat wajib dilaksanakan sesuai waktu yang telah ditentukan.
5. Tempat dan pakaian bersih
Tempat salat, pakaian, dan badan perlu diperhatikan
kebersihannya sesuai ketentuan bersuci dalam Islam.
Tata Cara Salat dan Bacaannya
Berikut urutan dasar tata cara salat yang dapat dipelajari
siswa.
1. Berdiri Tegak dan Berniat
Jika mampu berdiri, salat fardu dilakukan dengan berdiri.
Niat merupakan kesengajaan dalam hati untuk melaksanakan
salat tertentu karena Allah Swt.
Contoh niat salat Subuh:
أُصَلِّي
فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ
الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallī fardhas-subhi rak‘ataini mustaqbilal-qiblati adā'an
lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Saya berniat salat fardu Subuh dua rakaat menghadap kiblat
karena Allah Ta'ala.”
Untuk pembelajaran anak, penting dijelaskan bahwa niat
tempatnya di dalam hati. Lafal niat dapat digunakan sebagai sarana membantu
siswa mengingat salat yang akan dikerjakan.
2. Takbiratul Ihram
Setelah berdiri dan berniat, salat dimulai dengan takbiratul
ihram.
Angkat kedua tangan sesuai tuntunan yang dipelajari,
kemudian membaca:
اللَّهُ أَكْبَرُ
Allāhu akbar.
Artinya:
“Allah Mahabesar.”
Setelah takbiratul ihram, seseorang telah masuk dalam salat
dan harus menjaga hal-hal yang membatalkan salat.
3. Membaca Doa Iftitah
Setelah takbiratul ihram, dalam praktik salat yang umum
diajarkan, seseorang dapat membaca doa iftitah.
Salah satu lafaz yang umum digunakan:
اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ
لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ
بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Allāhu akbaru kabīran, wal-hamdu lillāhi katsīran, wa
subhānallāhi bukratan wa ashīlā.
Artinya:
“Allah Mahabesar dengan sebesar-besarnya. Segala puji bagi
Allah dengan pujian yang banyak. Mahasuci Allah pada waktu pagi dan petang.”
Doa iftitah merupakan bacaan sunah, sehingga guru dapat
menjelaskan perbedaannya dengan bacaan yang termasuk bagian pokok dalam salat.
4. Membaca Al-Fatihah
Setelah itu membaca Surah Al-Fatihah.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Alhamdu lillāhi rabbil ‘ālamīn
Ar-rahmānir-rahīm
Māliki yaumid-dīn
Iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn
Ihdinash-shirāthal-mustaqīm
Shirāthalladzīna an‘amta ‘alaihim ghairil-maghdhūbi ‘alaihim
wa ladh-dhāllīn
Kemudian membaca:
آمِينَ
Āmīn.
Secara sederhana, Al-Fatihah berisi pujian kepada Allah,
pengakuan bahwa hanya Allah yang disembah dan dimintai pertolongan, serta
permohonan agar diberikan jalan yang lurus.
5. Membaca Surah atau Ayat Al-Qur'an
Pada rakaat tertentu, setelah membaca Al-Fatihah dapat
dilanjutkan dengan membaca surah atau beberapa ayat Al-Qur'an.
Untuk siswa SD, surah pendek seperti Al-Ikhlas, Al-Falaq,
An-Nas, Al-'Asr, atau Al-Kautsar dapat digunakan sesuai kemampuan dan
pembelajaran yang diberikan.
6. Rukuk
Setelah membaca Al-Fatihah dan surah atau ayat Al-Qur'an,
lakukan rukuk.
Saat rukuk, badan membungkuk dengan posisi yang benar dan
membaca:
سُبْحَانَ
رَبِّيَ الْعَظِيمِ
Subhāna rabbiyal-‘azhīm.
Artinya:
“Mahasuci Tuhanku Yang Mahabesar.”
Bacaan ini umumnya dibaca tiga kali.
7. I'tidal
Setelah rukuk, bangkit dan berdiri tegak kembali. Gerakan
ini disebut i'tidal.
Saat bangkit dari rukuk dapat membaca:
سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Sami‘allāhu liman hamidah.
Artinya:
“Allah mendengar orang yang memuji-Nya.”
Setelah berdiri tegak membaca:
رَبَّنَا
وَلَكَ الْحَمْدُ
Rabbanā wa lakal-hamd.
Artinya:
“Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji.”
8. Sujud
Dari posisi i'tidal kemudian melakukan sujud.
Saat sujud membaca:
سُبْحَانَ
رَبِّيَ الْأَعْلَى
Subhāna rabbiyal-a‘lā.
Artinya:
“Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.”
Bacaan ini umumnya diulang tiga kali.
Sujud dilakukan dengan tenang dan tidak tergesa-gesa.
9. Duduk di Antara Dua Sujud
Setelah sujud pertama, bangkit dan duduk di antara dua
sujud.
Salah satu doa yang umum dibaca:
رَبِّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي،
وَاجْبُرْنِي، وَارْفَعْنِي، وَارْزُقْنِي، وَاهْدِنِي، وَعَافِنِي، وَاعْفُ عَنِّي
Rabbighfir lī, warhamnī, wajburnī, warfa‘nī, warzuqnī,
wahdinī, wa ‘āfinī, wa‘fu ‘annī.
Artinya secara umum:
“Ya Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupilah aku,
angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, berilah aku petunjuk, berilah aku
kesehatan, dan maafkanlah aku.”
Untuk siswa SD, guru dapat mengajarkan versi doa yang
digunakan dalam buku atau pembelajaran di sekolah agar lebih mudah dihafalkan.
10. Sujud Kedua
Setelah duduk di antara dua sujud, lakukan sujud kedua.
Bacaannya:
سُبْحَانَ
رَبِّيَ الْأَعْلَى
Subhāna rabbiyal-a‘lā.
Artinya:
“Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.”
Setelah sujud kedua, rakaat pertama selesai.
Kemudian berdiri kembali untuk melaksanakan rakaat
berikutnya.
11. Tasyahud Awal
Pada salat yang memiliki tiga atau empat rakaat, setelah
rakaat kedua terdapat duduk tasyahud awal.
Bacaan tasyahud memiliki beberapa redaksi yang bersumber
dari hadis. Salah satu bacaan yang umum diajarkan adalah:
التَّحِيَّاتُ
الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ
أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ
عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ
الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا
إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ
أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ
At-tahiyyātul mubārakātush-shalawātu th-thayyibātu lillāh.
Assalāmu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullāhi wa barakātuh. Assalāmu ‘alainā
wa ‘alā ‘ibādillāhish-shālihīn. Asyhadu allā ilāha illallāh, wa asyhadu anna
Muhammadar-rasūlullāh.
Artinya secara umum adalah penghormatan, doa, dan kesaksian
bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah.
12. Tasyahud Akhir
Pada rakaat terakhir dilakukan duduk tasyahud akhir.
Bacaan tasyahud kemudian dilanjutkan dengan membaca selawat
kepada Nabi Muhammad saw.
Salah satu bacaan selawat yang umum diajarkan:
اللَّهُمَّ
صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى
آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا
صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى
آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ
حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Allāhumma shalli ‘alā Muhammad wa ‘alā āli Muhammad, kamā
shallaita ‘alā Ibrāhīma wa ‘alā āli Ibrāhīm, innaka hamīdum majīd.
Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah selawat kepada Nabi Muhammad dan
keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah melimpahkan selawat kepada Nabi
Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha
Mulia.”
Dalam praktiknya terdapat bacaan selawat yang lebih lengkap.
13. Salam
Setelah selesai tasyahud akhir dan doa, salat diakhiri
dengan salam.
Menoleh ke kanan sambil membaca:
السَّلَامُ
عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ
Assalāmu ‘alaikum wa rahmatullāh.
Artinya:
“Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepada
kalian.”
Kemudian salam ke arah kiri dengan bacaan yang sama.
Dengan salam, pelaksanaan salat selesai.
Urutan Singkat Tata Cara Salat
Agar mudah dihafalkan, berikut urutannya:
Niat → Takbiratul ihram → Doa iftitah → Al-Fatihah →
Surah/ayat Al-Qur'an → Rukuk → I'tidal → Sujud → Duduk di antara dua sujud →
Sujud → Berdiri untuk rakaat berikutnya → Tasyahud → Salam.
Urutan tersebut kemudian disesuaikan dengan jumlah rakaat
salat yang dikerjakan.
Perbedaan Jumlah Rakaat Salat Wajib
|
Salat |
Rakaat |
|
Subuh |
2 |
|
Zuhur |
4 |
|
Asar |
4 |
|
Magrib |
3 |
|
Isya |
4 |
Salat Subuh selesai setelah dua rakaat. Salat Magrib selesai
setelah tiga rakaat. Salat Zuhur, Asar, dan Isya masing-masing terdiri dari
empat rakaat.
Bacaan Salat yang Perlu Dipelajari Siswa
Untuk memudahkan belajar, siswa dapat membuat kartu hafalan
berisi:
- Takbiratul
ihram
- Al-Fatihah
- Bacaan
rukuk
- Bacaan
i'tidal
- Bacaan
sujud
- Doa
di antara dua sujud
- Tasyahud
- Selawat
- Salam
Sebaiknya hafalan dilakukan sedikit demi sedikit. Setelah
hafal satu bacaan, siswa dapat melanjutkan ke bacaan berikutnya sambil
mempraktikkan gerakannya.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Belajar Salat
Beberapa kesalahan yang sering dilakukan anak ketika belajar
salat antara lain:
1. Terlalu cepat dalam melakukan gerakan
Salat perlu dilakukan dengan tenang dan tidak terburu-buru.
2. Tidak memahami urutan gerakan
Siswa terkadang sudah hafal bacaan tetapi masih tertukar
antara rukuk, i'tidal, dan sujud.
3. Hanya menghafalkan latin
Tulisan latin dapat membantu pemula, tetapi siswa sebaiknya
secara bertahap belajar membaca bacaan Arab dengan benar.
4. Tidak memahami arti bacaan
Mengetahui arti sederhana bacaan dapat membantu siswa
memahami apa yang sedang diucapkan.
5. Belajar hanya melalui hafalan
Praktik langsung dengan bimbingan guru atau orang tua sangat
membantu siswa memahami gerakan dan urutan salat.
Tips Mudah Menghafalkan Bacaan Salat
Gunakan metode bertahap
Jangan menghafalkan seluruh bacaan dalam satu hari. Mulailah
dari bacaan pendek seperti takbir, rukuk, i'tidal, dan sujud.
Gabungkan hafalan dengan gerakan
Saat menghafalkan bacaan rukuk, langsung praktikkan gerakan
rukuk. Dengan demikian, siswa lebih mudah mengingat hubungan antara bacaan dan
gerakan.
Pahami arti
Memahami arti bacaan membuat hafalan tidak terasa seperti
sekadar mengingat kata-kata.
Ulangi secara rutin
Pengulangan singkat setiap hari lebih mudah dilakukan
daripada belajar dalam waktu lama tetapi hanya sesekali.
Hikmah Mempelajari Salat
Mempelajari tata cara salat memberikan banyak pelajaran bagi
siswa.
Melatih kedisiplinan
Salat dilakukan pada waktu-waktu tertentu sehingga dapat
membantu anak mengenal kebiasaan hidup yang teratur.
Melatih kebersihan
Sebelum salat, siswa belajar tentang bersuci dan menjaga
kebersihan.
Mengajarkan ketenangan
Gerakan salat dilakukan secara tertib dan tidak
tergesa-gesa.
Menguatkan hubungan dengan Allah
Salat menjadi salah satu bentuk ibadah dan komunikasi
seorang hamba dengan Allah melalui doa dan bacaan.
Membentuk kebiasaan baik
Pembelajaran salat sejak usia sekolah membantu anak mengenal
kewajiban dan tanggung jawab dalam kehidupan beragama.
Latihan Soal PAI: Tata Cara Salat
Pilihan Ganda
1. Salat wajib dalam sehari semalam berjumlah ....
A. tiga waktu
B. empat waktu
C. lima waktu
D. enam waktu
Jawaban: C
2. Jumlah rakaat salat Magrib adalah ....
A. dua
B. tiga
C. empat
D. lima
Jawaban: B
3. Bacaan ketika rukuk adalah ....
A. Subhāna rabbiyal-a‘lā
B. Sami‘allāhu liman hamidah
C. Subhāna rabbiyal-‘azhīm
D. Allāhu akbar
Jawaban: C
4. Setelah rukuk kita melakukan ....
A. sujud
B. i'tidal
C. tasyahud
D. salam
Jawaban: B
5. Salat diakhiri dengan ....
A. rukuk
B. sujud
C. tasyahud
D. salam
Jawaban: D
Soal Uraian
1. Apa yang dimaksud dengan salat?
Jawaban:
Salat adalah ibadah yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan
salam dengan gerakan dan bacaan tertentu sesuai ketentuan syariat Islam.
2. Sebutkan lima salat wajib beserta jumlah rakaatnya!
Jawaban:
Subuh dua rakaat, Zuhur empat rakaat, Asar empat rakaat, Magrib tiga rakaat,
dan Isya empat rakaat.
3. Apa bacaan ketika sujud?
Jawaban:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى atau Subhāna rabbiyal-a‘lā.
4. Mengapa salat harus dilakukan dengan tertib?
Jawaban:
Karena salat memiliki urutan gerakan dan bacaan yang perlu dilakukan sesuai
ketentuan agar pelaksanaannya benar.
Rangkuman Materi
Tata cara salat dan bacaannya perlu dipelajari secara
bertahap. Salat diawali dengan niat dan takbiratul ihram, kemudian dilanjutkan
dengan bacaan dan gerakan seperti Al-Fatihah, rukuk, i'tidal, sujud, duduk di
antara dua sujud, dan tasyahud. Salat kemudian diakhiri dengan salam.
Lima salat wajib adalah Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya
dengan jumlah rakaat masing-masing 2, 4, 4, 3, dan 4.
Bagi siswa SD, belajar salat sebaiknya tidak hanya melalui
hafalan. Bacaan, gerakan, arti bacaan, dan praktik perlu dipelajari secara
bersama-sama.
FAQ Tata Cara Salat dan Bacaannya
Berapa jumlah salat wajib dalam sehari?
Ada lima salat wajib, yaitu Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan
Isya.
Berapa rakaat salat Subuh?
Salat Subuh terdiri dari dua rakaat.
Berapa rakaat salat Magrib?
Salat Magrib terdiri dari tiga rakaat.
Apa bacaan saat rukuk?
Salah satu bacaan yang umum diajarkan adalah Subhāna
rabbiyal-‘azhīm.
Apa bacaan saat sujud?
Bacaan yang umum diajarkan adalah Subhāna rabbiyal-a‘lā.
Apa yang dibaca setelah rukuk?
Ketika bangkit dari rukuk, imam atau orang yang salat
sendirian membaca Sami‘allāhu liman hamidah, kemudian setelah berdiri
tegak membaca Rabbanā wa lakal-hamd.
Apakah bacaan salat harus dipahami artinya?
Memahami arti bacaan sangat dianjurkan dalam proses
pembelajaran karena dapat membantu siswa memahami doa dan pujian yang dibaca
ketika salat. Namun, pembelajaran bacaan tetap perlu disesuaikan dengan
kemampuan siswa.
.png)