Dalam dunia pendidikan tinggi, istilah artikel ilmiah,
jurnal, makalah, dan skripsi sering digunakan secara bergantian. Padahal,
keempatnya memiliki pengertian, tujuan, struktur, serta proses penyusunan yang
berbeda. Kesalahpahaman mengenai istilah tersebut dapat membuat mahasiswa
keliru ketika mengerjakan tugas kuliah, menyusun laporan penelitian, atau
mempersiapkan naskah untuk publikasi.
Sebagai contoh, seorang mahasiswa mungkin diminta dosen
membuat makalah, tetapi justru menyusun skripsi yang sangat panjang. Di sisi
lain, mahasiswa yang ingin menerbitkan hasil penelitiannya di jurnal ilmiah
perlu memahami bahwa artikel yang dikirimkan harus mengikuti pedoman penulis
jurnal yang dituju.
Lalu, apa perbedaan artikel ilmiah, jurnal, makalah, dan
skripsi? Apakah jurnal sama dengan artikel ilmiah? Apakah skripsi dapat diubah
menjadi artikel jurnal? Untuk memahami jawabannya, simak penjelasan berikut.
Baca lainnya: PT AOT Gemilang Publikasi: Jasa Pendamping dan Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa Dosen dan Peneliti
Pengertian Artikel Ilmiah, Jurnal, Makalah, dan Skripsi
Sebelum membahas perbedaannya, penting untuk memahami
definisi setiap istilah. Penjelasan ini menggunakan pengertian umum dalam
konteks pendidikan tinggi dan publikasi akademik.
1. Apa Itu Artikel Ilmiah?
Artikel ilmiah adalah karya tulis yang menyajikan gagasan,
hasil kajian, atau temuan penelitian secara sistematis, logis, dan berdasarkan
landasan akademik. Artikel ini disusun dengan menggunakan argumen yang dapat
dipertanggungjawabkan serta sumber referensi yang relevan.
Artikel ilmiah dapat berupa artikel hasil penelitian
empiris, artikel kajian pustaka, artikel konseptual, atau bentuk tulisan
akademik lain sesuai ketentuan penerbit. Tidak semua artikel ilmiah merupakan
hasil penelitian lapangan. Sebagian artikel membahas teori, mengkaji penelitian
terdahulu, atau mengembangkan kerangka konseptual.
Dalam konteks publikasi, artikel ilmiah biasanya ditulis
secara ringkas agar dapat dibaca dan dinilai oleh pembaca akademik. Jika
artikel ditujukan ke jurnal, penulis perlu mengikuti ketentuan jurnal tersebut,
termasuk format, gaya sitasi, panjang naskah, dan persyaratan substansi.
Contoh judul artikel ilmiah:
Pengaruh Literasi Digital terhadap Kemampuan Berpikir Kritis
Mahasiswa pada Pembelajaran Berbasis Proyek
Judul tersebut dapat digunakan untuk artikel hasil
penelitian apabila penulis memiliki data, metode, analisis, dan hasil yang
mendukung kesimpulan.
2. Apa Itu Jurnal Ilmiah?
Jurnal ilmiah adalah terbitan berkala yang memuat
artikel-artikel akademik atau ilmiah dalam bidang tertentu. Jurnal dapat
diterbitkan oleh perguruan tinggi, lembaga penelitian, asosiasi profesi, atau
penerbit akademik.
Jurnal bukan sekadar satu tulisan. Jurnal merupakan wadah
atau media penerbitan yang menampung berbagai artikel dari penulis yang
berbeda. Dalam satu edisi jurnal, pembaca dapat menemukan sejumlah artikel yang
membahas topik-topik sesuai ruang lingkup penerbitannya.
Sebagian jurnal menerapkan proses penelaahan sejawat atau peer
review. Pada proses ini, naskah dinilai oleh penelaah untuk menilai aspek
seperti relevansi, kualitas metode, ketepatan analisis, dan kontribusi
ilmiahnya. Mekanisme penelaahan dapat berbeda antara satu jurnal dan jurnal
lainnya.
Contoh:
Sebuah jurnal bidang pendidikan dapat menerbitkan artikel
tentang pembelajaran berdiferensiasi, literasi digital, evaluasi pendidikan,
dan teknologi pembelajaran dalam satu edisi.
Dengan demikian, artikel ilmiah dan jurnal memiliki hubungan
yang erat, tetapi keduanya bukan istilah yang sama.
3. Apa Itu Makalah?
Makalah adalah karya tulis yang membahas suatu topik
berdasarkan penjelasan, kajian literatur, analisis, atau hasil pengamatan.
Makalah umumnya disusun untuk memenuhi tugas perkuliahan, bahan diskusi,
presentasi, seminar, atau kegiatan akademik lainnya.
Makalah dapat membahas teori, konsep, permasalahan sosial,
perkembangan teknologi, maupun isu tertentu. Tingkat kedalaman pembahasan
bergantung pada tujuan tugas dan instruksi dosen atau penyelenggara kegiatan.
Tidak semua makalah merupakan hasil penelitian mandiri.
Sebagian makalah disusun berdasarkan sumber pustaka yang tersedia, kemudian
dirangkum dan dianalisis secara kritis oleh penulis.
Contoh judul makalah:
Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Mendukung
Pembelajaran di Perguruan Tinggi
Makalah dengan topik tersebut dapat membahas pengertian AI,
manfaat, keterbatasan, tantangan etika, dan contoh pemanfaatannya berdasarkan
referensi yang relevan.
4. Apa Itu Skripsi?
Skripsi adalah karya tulis akademik yang disusun oleh
mahasiswa program sarjana sebagai salah satu bagian dari persyaratan
penyelesaian pendidikan, sesuai ketentuan perguruan tinggi dan program studi.
Pada umumnya, skripsi memuat proses penelitian atau kajian
akademik yang dilakukan secara sistematis. Mahasiswa perlu menentukan masalah,
merumuskan tujuan, memilih metode, mengumpulkan atau menganalisis data jika
diperlukan, serta menyusun pembahasan dan kesimpulan.
Skripsi biasanya memiliki pembahasan lebih rinci daripada
artikel ilmiah yang telah diringkas untuk publikasi. Penyusunannya juga dapat
melibatkan bimbingan dosen, seminar proposal, ujian, dan prosedur akademik lain
sesuai peraturan perguruan tinggi.
Contoh judul skripsi:
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif terhadap
Hasil Belajar Siswa Kelas VIII pada Mata Pelajaran IPA
Skripsi dengan judul tersebut dapat mencakup latar belakang,
kajian teori, metode penelitian, instrumen, analisis data, hasil penelitian,
pembahasan, serta kesimpulan.
Tabel Perbedaan Artikel Ilmiah, Jurnal, Makalah, dan
Skripsi
Berikut perbandingan keempat istilah berdasarkan fungsi dan
karakteristik umumnya.
|
Aspek |
Artikel
Ilmiah |
Jurnal
Ilmiah |
Makalah |
Skripsi |
|
Pengertian |
Karya tulis
akademik yang menyajikan gagasan, kajian, atau temuan ilmiah |
Terbitan
berkala yang memuat artikel akademik |
Karya tulis
yang membahas suatu topik secara sistematis |
Karya tulis
akademik untuk persyaratan pendidikan sarjana |
|
Fungsi utama |
Menyampaikan
pengetahuan, argumen, atau hasil penelitian |
Menyebarluaskan
artikel ilmiah kepada komunitas akademik |
Memenuhi
tugas, diskusi, atau presentasi akademik |
Menunjukkan
kemampuan mahasiswa melakukan kajian atau penelitian |
|
Isi |
Gagasan,
kajian pustaka, atau hasil penelitian |
Kumpulan
artikel dan informasi penerbitan |
Pembahasan
suatu topik berdasarkan sumber yang relevan |
Kajian atau
penelitian yang disusun secara lebih komprehensif |
|
Panjang
naskah |
Mengikuti
tujuan dan pedoman publikasi |
Setiap
artikel mengikuti ketentuan jurnal |
Mengikuti
instruksi tugas atau kegiatan |
Mengikuti
pedoman perguruan tinggi dan program studi |
|
Data
penelitian |
Tidak selalu
diperlukan, bergantung pada jenis artikel |
Bergantung
pada artikel yang diterbitkan |
Tidak selalu
menggunakan data primer |
Bergantung
pada rancangan penelitian atau kajian |
|
Penilaian |
Berdasarkan
tujuan dan standar akademik yang digunakan |
Mengikuti
proses editorial dan, jika berlaku, peer review |
Umumnya
dinilai dosen atau penyelenggara kegiatan |
Mengikuti
proses bimbingan dan evaluasi akademik |
|
Media
penyimpanan atau penerbitan |
Dapat
diterbitkan di jurnal, prosiding, atau media akademik lain |
Terbit secara
berkala dalam bentuk edisi atau volume |
Umumnya
dikumpulkan sebagai tugas atau bahan presentasi |
Disimpan atau
diunggah melalui repositori perguruan tinggi sesuai kebijakan |
Catatan: Tidak ada batas jumlah halaman yang berlaku
secara universal untuk semua artikel ilmiah, makalah, atau skripsi. Ketentuan
panjang naskah ditentukan oleh tujuan penulisan dan pedoman institusi atau
penerbit.
Baca lainnya: Rahasia Artikel Ilmiah Berkualitas yang Disukai Reviewer Jurnal (Panduan Lengkap)
Perbedaan Artikel Ilmiah dan Jurnal
Perbedaan artikel ilmiah dan jurnal terletak pada bentuk
serta fungsinya. Artikel ilmiah merupakan tulisan akademik, sedangkan jurnal
merupakan media atau terbitan yang memuat tulisan-tulisan tersebut.
Sebagai ilustrasi, seorang dosen melakukan penelitian
tentang efektivitas pembelajaran berbasis proyek. Hasil penelitian itu kemudian
ditulis menjadi artikel ilmiah. Setelah melalui proses penyuntingan dan
penilaian sesuai kebijakan penerbit, artikel tersebut dapat diterbitkan dalam
jurnal pendidikan.
Jadi, artikel ilmiah dapat menjadi bagian dari jurnal,
tetapi jurnal tidak sama dengan satu artikel.
Perlu diketahui bahwa istilah “jurnal” dalam percakapan
sehari-hari kadang digunakan untuk menyebut artikel jurnal. Dalam konteks
akademik yang lebih tepat, keduanya perlu dibedakan agar tidak terjadi
kekeliruan saat mencari referensi atau mengirimkan naskah.
Perbedaan Artikel Ilmiah dan Makalah
Artikel ilmiah dan makalah sama-sama menggunakan bahasa
akademik dan dapat memanfaatkan referensi ilmiah. Namun, tujuan penulisannya
bisa berbeda.
Artikel ilmiah yang ditujukan untuk publikasi biasanya harus
mengikuti ketentuan jurnal atau media akademik tertentu. Penulis perlu
memperhatikan kontribusi tulisan, kualitas referensi, sistematika, serta
persyaratan teknis penerbit.
Sementara itu, makalah lebih sering disusun untuk kebutuhan
pembelajaran, diskusi, presentasi, atau penugasan. Makalah dapat berupa kajian
pustaka dan tidak selalu membutuhkan penelitian empiris.
Perbedaan tersebut bukan berarti makalah tidak dapat
memiliki kualitas ilmiah. Makalah yang disusun dengan referensi tepercaya,
analisis yang mendalam, dan argumentasi yang logis tetap dapat menjadi karya
akademik yang bermanfaat.
Perbedaan Makalah dan Skripsi
Makalah dan skripsi berbeda terutama dari segi tujuan
akademik, kedalaman pembahasan, dan proses penyusunannya.
Makalah biasanya dibuat untuk membahas topik tertentu dalam
lingkup tugas atau kegiatan akademik. Struktur makalah dapat terdiri atas
pendahuluan, pembahasan, dan penutup, disertai daftar pustaka. Formatnya
mengikuti ketentuan dosen atau penyelenggara kegiatan.
Skripsi disusun dalam rangka memenuhi persyaratan pendidikan
sarjana. Karena itu, skripsi umumnya memerlukan rancangan akademik yang lebih
terstruktur, kajian teori yang relevan, metode yang dapat
dipertanggungjawabkan, dan pembahasan yang sesuai dengan tujuan penelitian.
Dalam skripsi berbasis penelitian, mahasiswa perlu
menjelaskan bagaimana data diperoleh, bagaimana data dianalisis, serta
bagaimana hasilnya menjawab pertanyaan penelitian. Proses bimbingan dan
evaluasi juga menjadi bagian penting dalam penyusunan skripsi.
Perbedaan Skripsi dan Artikel Jurnal
Skripsi dan artikel jurnal dapat membahas topik penelitian
yang sama, tetapi keduanya memiliki fungsi yang berbeda.
Skripsi merupakan dokumen akademik yang disusun untuk
memenuhi persyaratan pendidikan sarjana. Oleh sebab itu, skripsi dapat memuat
penjelasan yang panjang mengenai latar belakang, teori, metode, instrumen,
hasil, dan lampiran.
Artikel jurnal, di sisi lain, ditulis untuk menyampaikan
gagasan atau temuan secara lebih terfokus kepada pembaca jurnal. Artikel perlu
mengikuti format dan batasan yang ditetapkan penerbit, sehingga penulis harus
memilih informasi yang paling relevan dengan tujuan tulisan.
Baca lainnya: Cara Membuat Judul Artikel Ilmiah yang Disukai Reviewer Jurnal
Apakah Skripsi Bisa Diubah Menjadi Artikel Jurnal?
Ya, skripsi dapat dikembangkan menjadi artikel jurnal
apabila isi dan hasilnya memenuhi persyaratan ilmiah serta pedoman jurnal yang
dituju. Proses ini bukan sekadar memotong jumlah halaman skripsi, melainkan
menyusun ulang naskah agar lebih ringkas, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan
publikasi.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:
- Menentukan
fokus utama penelitian yang akan diangkat.
- Menyesuaikan
judul dengan ruang lingkup artikel.
- Meringkas
latar belakang dan kajian teori yang relevan.
- Menjelaskan
metode penelitian secara padat, tetapi tetap memadai.
- Menyajikan
hasil penelitian yang paling berkaitan dengan tujuan artikel.
- Mengembangkan
pembahasan dengan mengaitkan hasil dan penelitian terdahulu.
- Menyesuaikan
format sitasi, tabel, jumlah kata, dan struktur dengan pedoman jurnal.
- Memastikan
seluruh data, referensi, dan pernyataan dalam artikel dapat
dipertanggungjawabkan.
Sebagai contoh, skripsi berjudul “Pengaruh Literasi Digital
terhadap Hasil Belajar Siswa” dapat dikembangkan menjadi artikel dengan judul
yang lebih terfokus, seperti “Hubungan Literasi Digital dengan Hasil Belajar
Siswa Sekolah Menengah”. Judul akhir tetap harus mencerminkan desain penelitian
dan temuan yang benar-benar diperoleh.
Struktur Umum Artikel Ilmiah, Makalah, dan Skripsi
Masing-masing karya tulis memiliki struktur yang dapat
berbeda sesuai kebutuhan. Berikut gambaran struktur yang sering digunakan.
Struktur Artikel Ilmiah
Artikel ilmiah hasil penelitian umumnya mencakup:
- Judul.
- Nama
penulis dan afiliasi.
- Abstrak.
- Kata
kunci.
- Pendahuluan.
- Metode
penelitian.
- Hasil
dan pembahasan.
- Kesimpulan.
- Daftar
pustaka.
Tidak semua artikel ilmiah menggunakan struktur yang sama.
Artikel kajian pustaka atau artikel konseptual dapat memiliki bagian yang
berbeda sesuai pedoman jurnal.
Struktur Makalah
Struktur makalah yang umum digunakan antara lain:
- Halaman
judul.
- Kata
pengantar, jika diperlukan.
- Daftar
isi, jika diperlukan.
- Pendahuluan.
- Pembahasan.
- Penutup.
- Daftar
pustaka.
Beberapa makalah juga memuat rumusan masalah, tujuan
penulisan, dan subbab pembahasan sesuai instruksi dosen.
Struktur Skripsi
Struktur skripsi dapat berbeda antarperguruan tinggi, tetapi
pada umumnya terdiri atas:
Bagian awal: halaman judul, lembar persetujuan,
abstrak, daftar isi, dan bagian pelengkap lainnya.
Bagian inti:
- Bab
I Pendahuluan.
- Bab
II Kajian Pustaka atau Landasan Teori.
- Bab
III Metode Penelitian.
- Bab
IV Hasil Penelitian dan Pembahasan.
- Bab
V Kesimpulan dan Saran.
Bagian akhir: daftar pustaka dan lampiran.
Pedoman resmi program studi tetap menjadi acuan utama karena
tidak semua perguruan tinggi menggunakan sistematika yang identik.
Contoh Perbandingan Berdasarkan Satu Topik
Agar lebih mudah dipahami, perhatikan bagaimana satu topik
dapat dikembangkan menjadi empat jenis karya tulis.
Topik: Pemanfaatan teknologi digital dalam
pembelajaran.
|
Jenis
karya |
Contoh
judul |
Fokus
pembahasan |
|
Makalah |
Pemanfaatan
Teknologi Digital dalam Pembelajaran |
Konsep,
manfaat, tantangan, dan contoh penggunaan teknologi digital |
|
Skripsi |
Pengaruh
Penggunaan Media Pembelajaran Digital terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VIII |
Penelitian
yang dilakukan mahasiswa untuk memenuhi persyaratan sarjana |
|
Artikel
ilmiah |
Pemanfaatan
Media Pembelajaran Digital untuk Meningkatkan Keterlibatan Siswa |
Penyampaian
kajian atau temuan akademik secara terfokus |
|
Jurnal ilmiah |
Jurnal
Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran |
Wadah yang
dapat memuat artikel tentang teknologi dan pendidikan |
Keempat contoh tersebut dapat membahas tema yang sama,
tetapi tujuan, bentuk, dan cara penyajiannya berbeda.
Baca lainnya: Tren Penelitian Pendidikan 2026: Topik Skripsi dan Artikel Ilmiah yang Paling Banyak Dicari
Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Memahami Istilah
Akademik
Pemahaman yang keliru terhadap istilah karya tulis dapat
menyebabkan kesalahan saat menyusun tugas atau mengajukan publikasi. Berikut
beberapa kekeliruan yang perlu dihindari.
Menganggap Jurnal Sama dengan Artikel
Jurnal adalah terbitan yang memuat artikel, sedangkan
artikel merupakan tulisan yang diterbitkan atau disebarluaskan melalui media
akademik tertentu. Saat mencari referensi, pastikan informasi yang dicari
mencakup judul artikel, nama penulis, nama jurnal, tahun terbit, volume, nomor,
dan halaman atau identitas artikel lainnya jika tersedia.
Menganggap Semua Artikel Ilmiah Harus Berasal dari
Penelitian Lapangan
Artikel ilmiah dapat berupa artikel hasil penelitian, kajian
pustaka, atau artikel konseptual. Jenis artikel menentukan kebutuhan data,
metode, dan struktur penulisannya.
Mengira Skripsi Dapat Langsung Dikirim ke Jurnal
Skripsi dan artikel jurnal memiliki tujuan dan format yang
berbeda. Sebelum mengirimkan artikel, penulis perlu menyesuaikan naskah dengan
pedoman jurnal, memastikan kualitas referensi, dan memeriksa kesesuaian metode
serta hasil penelitian.
Menganggap Makalah Tidak Perlu Referensi
Makalah akademik tetap perlu menggunakan sumber yang
relevan, terutama ketika membahas teori, data, konsep, atau pernyataan faktual.
Referensi membantu memperkuat argumen dan membedakan pendapat pribadi dari
informasi yang didukung sumber.
Menggunakan Referensi Tanpa Memeriksa Keasliannya
Penulis sebaiknya memeriksa identitas sumber, nama penulis,
judul, tahun terbit, penerbit atau nama jurnal, serta DOI jika tersedia.
Referensi yang tidak dapat diverifikasi dapat menurunkan kredibilitas karya
tulis.
Cara Memilih Jenis Karya Tulis yang Tepat
Pemilihan jenis karya tulis sebaiknya disesuaikan dengan
tujuan dan kebutuhan penulis. Gunakan pertanyaan berikut sebagai panduan.
Apakah tulisan dibuat untuk memenuhi tugas kuliah?
Jika ya, makalah dapat menjadi bentuk yang sesuai apabila
diminta oleh dosen.
Apakah tulisan disusun untuk memenuhi persyaratan
kelulusan sarjana?
Jika ya, mahasiswa perlu mengikuti ketentuan penyusunan
skripsi dari program studi atau perguruan tinggi.
Apakah tulisan bertujuan menyampaikan hasil penelitian
atau kajian kepada pembaca akademik?
Artikel ilmiah dapat menjadi bentuk yang sesuai. Apabila
akan diterbitkan, penulis perlu memilih media publikasi yang relevan.
Apakah tulisan akan dikirimkan ke penerbit akademik
tertentu?
Periksa pedoman penulis, ruang lingkup, proses penilaian,
ketentuan etika, dan persyaratan naskah dari penerbit yang dituju.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Artikel Ilmiah, Jurnal,
Makalah, dan Skripsi
1. Apakah artikel ilmiah dan jurnal itu sama?
Tidak. Artikel ilmiah adalah karya tulis akademik, sedangkan
jurnal adalah terbitan berkala yang dapat memuat banyak artikel ilmiah.
2. Apa perbedaan utama makalah dan skripsi?
Makalah umumnya disusun untuk tugas, diskusi, atau
presentasi akademik. Skripsi disusun sebagai bagian dari persyaratan pendidikan
sarjana dan biasanya memerlukan proses penelitian atau kajian akademik yang
lebih komprehensif.
3. Apakah semua artikel ilmiah diterbitkan dalam jurnal?
Tidak. Artikel ilmiah dapat diterbitkan dalam jurnal,
prosiding, atau media akademik lain. Sebagian artikel juga dapat disusun untuk
kebutuhan pembelajaran atau dokumentasi ilmiah.
4. Apakah skripsi termasuk karya tulis ilmiah?
Ya. Skripsi merupakan salah satu bentuk karya tulis akademik
yang disusun secara sistematis berdasarkan ketentuan perguruan tinggi.
5. Apakah makalah bisa menjadi artikel ilmiah?
Makalah dapat dikembangkan menjadi artikel ilmiah apabila
isi, argumentasi, referensi, dan strukturnya disesuaikan dengan tujuan serta
standar artikel yang dituju. Namun, tidak semua makalah otomatis memenuhi
persyaratan publikasi.
6. Apakah skripsi dapat dipublikasikan dalam jurnal
SINTA?
Skripsi dapat dikembangkan menjadi artikel untuk diajukan ke
jurnal yang terakreditasi SINTA, asalkan artikel tersebut memenuhi pedoman
jurnal dan melalui proses penilaian yang berlaku. Akreditasi SINTA merupakan
karakteristik jurnal, bukan label otomatis untuk setiap skripsi atau artikel.
7. Apa yang harus diperhatikan sebelum menulis artikel
jurnal?
Penulis perlu menentukan topik dan tujuan artikel, memeriksa
pedoman jurnal, menggunakan referensi yang relevan, memastikan data dapat
dipertanggungjawabkan, serta mengikuti ketentuan etika publikasi.
.png)