Bangun Datar: Pengertian, Jenis, Gambar, Rumus Luas dan Keliling, serta Contoh Soal Lengkap

 Bangun Datar: Pengertian, Jenis, Rumus, dan Contoh Soal

Bangun datar merupakan salah satu materi penting dalam matematika yang dipelajari sejak sekolah dasar. Materi ini berkaitan dengan berbagai bentuk dua dimensi yang memiliki panjang dan lebar, tetapi tidak mempunyai volume.

Dalam kehidupan sehari-hari, bangun datar dapat ditemukan pada permukaan meja, lantai, papan tulis, jendela, rambu lalu lintas, jam dinding, hingga berbagai bentuk benda lainnya.

Pada materi bangun datar, siswa biasanya mempelajari ciri-ciri bangun, jumlah sisi dan sudut, luas, keliling, serta cara menyelesaikan soal cerita. Rumus luas dan keliling berbeda pada setiap jenis bangun datar.

Artikel ini membahas materi bangun datar secara lengkap, mulai dari persegi, persegi panjang, segitiga, jajar genjang, trapesium, belah ketupat, layang-layang, hingga lingkaran.

Gambar Bangun Datar

Berikut ilustrasi berbagai bangun datar yang umum dipelajari dalam matematika SD dan SMP.


Gambar tersebut dapat digunakan sebagai media belajar untuk mengenali bentuk bangun sekaligus mengingat rumus luas dan keliling.

Jenis-Jenis Bangun Datar

Ada beberapa jenis bangun datar yang paling sering muncul dalam pembelajaran matematika. Delapan di antaranya adalah persegi, persegi panjang, segitiga, jajar genjang, trapesium, belah ketupat, layang-layang, dan lingkaran.

1. Persegi

Persegi adalah bangun datar yang mempunyai empat sisi sama panjang dan empat sudut siku-siku.

Ciri-ciri persegi

  • Memiliki 4 sisi.
  • Semua sisi memiliki panjang yang sama.
  • Memiliki 4 sudut siku-siku.
  • Sisi yang berhadapan sejajar.
  • Memiliki 2 diagonal yang sama panjang.
  • Diagonalnya berpotongan tegak lurus.

Rumus luas persegi

L = s × s

atau

L = s²

Rumus keliling persegi

K = 4 × s

Keterangan:

  • L = luas
  • K = keliling
  • s = panjang sisi

Contoh soal persegi

Sebuah persegi mempunyai panjang sisi 12 cm. Berapakah luas dan kelilingnya?

Jawab:

L = s × s
L = 12 × 12
L = 144 cm²

K = 4 × s
K = 4 × 12
K = 48 cm

Jadi, luas persegi adalah 144 cm² dan kelilingnya 48 cm.

2. Persegi Panjang

Persegi panjang memiliki empat sisi dengan dua sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar. Keempat sudutnya merupakan sudut siku-siku.

Ciri-ciri persegi panjang

  • Memiliki 4 sisi.
  • Memiliki 4 sudut siku-siku.
  • Sisi yang berhadapan sama panjang.
  • Sisi yang berhadapan sejajar.
  • Memiliki dua diagonal yang sama panjang.

Rumus luas persegi panjang

L = p × l

Rumus keliling persegi panjang

K = 2 × (p + l)

Keterangan:

  • p = panjang
  • l = lebar

Contoh soal persegi panjang

Sebuah persegi panjang mempunyai panjang 15 cm dan lebar 8 cm. Hitung luas dan kelilingnya.

Jawab:

L = p × l
L = 15 × 8
L = 120 cm²

K = 2 × (p + l)
K = 2 × (15 + 8)
K = 2 × 23
K = 46 cm

Jadi, luasnya 120 cm² dan kelilingnya 46 cm

3. Segitiga

Segitiga adalah bangun datar yang mempunyai tiga sisi dan tiga titik sudut. Jumlah besar ketiga sudut dalam segitiga adalah 180°.

Jenis segitiga berdasarkan panjang sisi

  1. Segitiga sama sisi.
  2. Segitiga sama kaki.
  3. Segitiga sembarang.

Rumus luas segitiga

L = ½ × a × t

Rumus keliling segitiga

K = a + b + c

Keterangan:

  • a = alas
  • t = tinggi
  • b dan c = sisi lainnya

Contoh soal segitiga

Sebuah segitiga memiliki alas 10 cm dan tinggi 6 cm. Berapa luas segitiga tersebut?

Jawab:

L = ½ × a × t
L = ½ × 10 × 6
L = 30 cm²

Jadi, luas segitiga adalah 30 cm².

Contoh soal keliling segitiga

Sebuah segitiga mempunyai sisi 8 cm, 10 cm, dan 12 cm. Hitung kelilingnya.

K = 8 + 10 + 12
K = 30 cm

4. Jajar Genjang

Jajar genjang adalah bangun datar yang mempunyai dua pasang sisi berhadapan yang sejajar dan sama panjang.

Ciri-ciri jajar genjang

  • Memiliki 4 sisi.
  • Memiliki dua pasang sisi sejajar.
  • Sisi yang berhadapan sama panjang.
  • Sudut yang berhadapan sama besar.
  • Memiliki dua diagonal.

Rumus luas jajar genjang

L = a × t

Rumus keliling jajar genjang

K = 2 × (a + b)

Keterangan:

  • a = alas
  • b = sisi miring
  • t = tinggi

Contoh soal jajar genjang

Sebuah jajar genjang mempunyai alas 14 cm dan tinggi 8 cm. Tentukan luasnya.

L = a × t
L = 14 × 8
L = 112 cm²

Jadi, luas jajar genjang adalah 112 cm².

5. Trapesium

Trapesium merupakan bangun datar segi empat yang mempunyai setidaknya satu pasang sisi sejajar.

Jenis trapesium

Trapesium dapat dijumpai dalam beberapa bentuk, antara lain:

  • Trapesium sama kaki.
  • Trapesium siku-siku.
  • Trapesium sembarang.

Rumus luas trapesium

L = ½ × (a + b) × t

Keterangan:

  • a dan b = sisi-sisi sejajar
  • t = tinggi

Rumus keliling trapesium

K = a + b + c + d

Contoh soal trapesium

Sebuah trapesium mempunyai sisi sejajar 8 cm dan 16 cm, sedangkan tingginya 10 cm. Berapakah luasnya?

L = ½ × (a + b) × t
L = ½ × (8 + 16) × 10
L = ½ × 24 × 10
L = 120 cm²

Jadi, luas trapesium adalah 120 cm².

 

6. Belah Ketupat

Belah ketupat merupakan bangun datar segi empat yang mempunyai empat sisi sama panjang. Dua diagonalnya saling berpotongan tegak lurus.

Ciri-ciri belah ketupat

  • Memiliki 4 sisi sama panjang.
  • Memiliki 4 titik sudut.
  • Sudut yang berhadapan sama besar.
  • Diagonalnya berpotongan tegak lurus.

Rumus luas belah ketupat

L = ½ × d₁ × d₂

Rumus keliling belah ketupat

K = 4 × s

Keterangan:

  • d₁ = diagonal pertama
  • d₂ = diagonal kedua
  • s = sisi

Contoh soal belah ketupat

Sebuah belah ketupat mempunyai diagonal 12 cm dan 16 cm. Hitung luasnya.

L = ½ × d₁ × d₂
L = ½ × 12 × 16
L = 96 cm²

Jadi, luas belah ketupat adalah 96 cm².

7. Layang-Layang

Layang-layang merupakan bangun datar segi empat yang mempunyai dua pasang sisi yang berdekatan sama panjang.

Ciri-ciri layang-layang

  • Memiliki 4 sisi.
  • Mempunyai dua pasang sisi yang sama panjang.
  • Memiliki dua diagonal.
  • Salah satu diagonal menjadi sumbu simetri pada layang-layang tertentu.

Rumus luas layang-layang

L = ½ × d₁ × d₂

Rumus keliling layang-layang

K = 2 × (a + b)

Keterangan:

  • d₁ = diagonal pertama
  • d₂ = diagonal kedua
  • a dan b = dua jenis panjang sisi

Contoh soal layang-layang

Sebuah layang-layang mempunyai diagonal 10 cm dan 24 cm. Berapakah luasnya?

L = ½ × d₁ × d₂
L = ½ × 10 × 24
L = 120 cm²

Jadi, luas layang-layang adalah 120 cm².

8. Lingkaran

Lingkaran adalah bangun datar yang seluruh titik pada garis lengkungnya memiliki jarak yang sama terhadap satu titik pusat.

Beberapa istilah penting pada lingkaran adalah jari-jari (r) dan diameter (d). Diameter memiliki panjang dua kali jari-jari, sehingga d = 2r.

Rumus luas lingkaran

L = π × r²

Rumus keliling lingkaran

K = 2 × π × r

atau

K = π × d

Nilai π yang umum digunakan adalah 22/7 atau 3,14, tergantung angka yang tersedia pada soal.

Contoh soal lingkaran

Sebuah lingkaran mempunyai jari-jari 7 cm. Hitung luas dan kelilingnya dengan π = 22/7.

Luas:

L = π × r²
L = 22/7 × 7 × 7
L = 154 cm²

Keliling:

K = 2 × π × r
K = 2 × 22/7 × 7
K = 44 cm

Jadi, luas lingkaran adalah 154 cm² dan kelilingnya 44 cm.

Tabel Rumus Bangun Datar Lengkap

Bangun Datar

Rumus Luas

Rumus Keliling

Persegi

L = s²

K = 4s

Persegi panjang

L = p × l

K = 2(p + l)

Segitiga

L = ½ × a × t

K = a + b + c

Jajar genjang

L = a × t

K = 2(a + b)

Trapesium

L = ½ × (a + b) × t

K = a + b + c + d

Belah ketupat

L = ½ × d₁ × d₂

K = 4s

Layang-layang

L = ½ × d₁ × d₂

K = 2(a + b)

Lingkaran

L = πr²

K = 2πr


Rumus-rumus tersebut merupakan rumus dasar yang umum digunakan untuk menghitung luas dan keliling berbagai bangun datar.

Contoh Soal Bangun Datar dan Pembahasan

Soal 1: Luas Persegi

Sebuah taman berbentuk persegi mempunyai sisi 20 meter. Berapa luas taman tersebut?

Pembahasan:

L = s × s
L = 20 × 20
L = 400 m²

Jawaban: 400 m².

Soal 2: Keliling Persegi

Sebuah ubin berbentuk persegi mempunyai sisi 25 cm. Berapa keliling ubin?

K = 4 × s
K = 4 × 25
K = 100 cm

Jawaban: 100 cm.

Soal 3: Luas Persegi Panjang

Sebuah lapangan memiliki panjang 30 m dan lebar 20 m. Berapa luas lapangan?

L = p × l
L = 30 × 20
L = 600 m²

Jawaban: 600 m².

Soal 4: Keliling Persegi Panjang

Sebuah buku memiliki panjang 25 cm dan lebar 15 cm. Berapa kelilingnya?

K = 2 × (p + l)
K = 2 × (25 + 15)
K = 2 × 40
K = 80 cm

Jawaban: 80 cm.

Soal 5: Luas Segitiga

Sebuah segitiga mempunyai alas 18 cm dan tinggi 10 cm. Hitung luasnya.

L = ½ × a × t
L = ½ × 18 × 10
L = 90 cm²

Jawaban: 90 cm².

Soal 6: Keliling Segitiga

Panjang sisi sebuah segitiga adalah 12 cm, 15 cm, dan 20 cm. Berapa kelilingnya?

K = 12 + 15 + 20
K = 47 cm

Jawaban: 47 cm.

Soal 7: Luas Jajar Genjang

Sebuah jajar genjang mempunyai alas 25 cm dan tinggi 12 cm. Hitung luasnya.

L = a × t
L = 25 × 12
L = 300 cm²

Jawaban: 300 cm².

Soal 8: Luas Trapesium

Sisi sejajar sebuah trapesium masing-masing 10 cm dan 18 cm. Tingginya 8 cm. Berapa luasnya?

L = ½ × (10 + 18) × 8
L = ½ × 28 × 8
L = 112 cm²

Jawaban: 112 cm².

Soal 9: Luas Belah Ketupat

Diagonal sebuah belah ketupat masing-masing 20 cm dan 15 cm. Hitung luasnya.

L = ½ × 20 × 15
L = 150 cm²

Jawaban: 150 cm².

Soal 10: Luas Layang-Layang

Sebuah layang-layang mempunyai diagonal 14 cm dan 22 cm. Berapa luasnya?

L = ½ × 14 × 22
L = 154 cm²

Jawaban: 154 cm².

Soal 11: Luas Lingkaran

Sebuah lingkaran mempunyai diameter 14 cm. Tentukan luasnya dengan π = 22/7.

Karena:

r = d ÷ 2
r = 14 ÷ 2
r = 7 cm

Maka:

L = π × r²
L = 22/7 × 7 × 7
L = 154 cm²

Jawaban: 154 cm².

Soal 12: Keliling Lingkaran

Sebuah kolam berbentuk lingkaran mempunyai diameter 28 m. Hitung keliling kolam.

K = π × d
K = 22/7 × 28
K = 88 m

Jawaban: 88 m.

Cara Mudah Mengingat Rumus Bangun Datar

Menghafalkan banyak rumus matematika terkadang terasa sulit. Agar lebih mudah, gunakan beberapa cara berikut.

1. Pahami bentuknya terlebih dahulu

Jangan hanya menghafalkan rumus. Kenali terlebih dahulu bentuk bangunnya, jumlah sisi, serta ukuran yang diketahui.

2. Bedakan luas dan keliling

Luas menunjukkan ukuran daerah yang berada di dalam bangun, sedangkan keliling merupakan panjang seluruh sisi yang mengelilingi bangun.

3. Perhatikan satuan

Luas menggunakan satuan persegi, misalnya:

  • cm²
  • m²
  • km²

Sementara keliling menggunakan satuan panjang, misalnya:

  • cm
  • m
  • km

4. Kenali simbol pada rumus

Beberapa simbol yang sering digunakan adalah:

  • s = sisi
  • p = panjang
  • l = lebar
  • a = alas
  • t = tinggi
  • r = jari-jari
  • d = diameter
  • d₁ = diagonal pertama
  • d₂ = diagonal kedua

5. Latihan dengan soal cerita

Soal cerita membantu siswa memahami kapan harus menggunakan rumus luas dan kapan harus menggunakan rumus keliling.

Perbedaan Luas dan Keliling Bangun Datar

Kesalahan yang sering terjadi ketika mengerjakan materi bangun datar adalah tertukar antara luas dan keliling.

Luas digunakan ketika pertanyaan berkaitan dengan ukuran bagian dalam suatu bidang, seperti luas lantai, luas taman, luas kertas, atau luas permukaan.

Keliling digunakan ketika pertanyaan berkaitan dengan panjang bagian yang mengelilingi bangun, misalnya panjang pagar yang diperlukan untuk mengelilingi taman.

Contohnya, sebuah taman berbentuk persegi dengan sisi 10 meter mempunyai:

Luas = 10 × 10 = 100 m²

Keliling = 4 × 10 = 40 m

Dengan demikian, luas dan keliling merupakan dua konsep yang berbeda meskipun menggunakan ukuran bangun yang sama.

Ringkasan Rumus Bangun Datar

Untuk memudahkan belajar, berikut ringkasan rumus yang perlu diingat:

Persegi

L = s²
K = 4s

Persegi panjang

L = p × l
K = 2(p + l)

Segitiga

L = ½ × a × t
K = a + b + c

Jajar genjang

L = a × t
K = 2(a + b)

Trapesium

L = ½ × (a + b) × t
K = a + b + c + d

Belah ketupat

L = ½ × d₁ × d₂
K = 4s

Layang-layang

L = ½ × d₁ × d₂
K = 2(a + b)

Lingkaran

L = πr²
K = 2πr

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال